Archive for July, 2006

Jul 18 2006

Rumahku Surgaku

Published by under Hikmah Keluarga

Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Adakalanya, mereka berpikir kebahagiaan itu diperoleh dengan mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Kekayaan melimpah diimpikan sebagai puncak kebahagiaan.

Kenyataannya, rumah tangga yang mengacu pada materi sebagai sandaran hidupnya, tanpa mengedepankan nilai-nilai agama, ternyata diambang bencana. Buruknya moral suami, istri, atau anak-anak, kegelisahan hidup, kecemasan mendalam, kebenciaan di antara anggota keluarga, bahkan permusuhan dan berbagai permasalahan yang membelit serta tak kunjung padam. Continue Reading »

No responses yet

Jul 17 2006

Harga Diri

Published by under Hikmah

Ketika tekanan terhadap Islam meningkat di Makkah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sekelompok sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia). Sementara, kaum kafir Quraisy berusaha membuntuti rombongan ini guna menggagalkan misi tersebut.

Setibanya di tempat tujuan, mereka pun diterima Raja Najasi, dalam suatu majelis kerajaan penuh keagungan. Tidak seperti tamu-tamu lainnya, kaum Muslimin memasuki majelis kerajaan tanpa mengikuti kebiasaan rakyat setempat: Menunduk dan bersujud di hadapan raja yang beragama Kristen itu. Continue Reading »

No responses yet

Jul 15 2006

Ujian Kehidupan

Published by under Hikmah

Dalam menjalani kehidupan, manusia selalu menghadapi dua keadaan yang saling bergantian. Suatu ketika merasakan duka, pada saat lain bertukar dengan suka. Pada saat duka seringkali manusia berkeluh kesah, seolah penderitaan tiada pernah berakhir. Sebaliknya, jika ia merasakan kebahagiaan, menjadi lupa.

''Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, bila ia mendapat kebaikan dia menjadi kikir.'' (QS Al-Ma'arij [70]: 20-21). Ujian merupakan alat ukur keimanan dan ketakwaan seseorang, sampai di mana taraf keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Jul 14 2006

Keseimbangan

Published by under Hikmah

''Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.'' (QS Al-Qashash [28]: 77).

Ayat tersebut menegaskan perlunya keseimbangan menjalani hidup, baik untuk urusan duniawi maupun ukhrawi. Ini merupakan aturan Islam yang sempurna mengenai ketaatan dan ibadah. Continue Reading »

No responses yet

Jul 13 2006

Doa Anak Kecil

Published by under Hikmah Keluarga

''Janganlah sampai kalian tidak mampu berdoa, karena dengan doa tidak seorang pun akan binasa.'' (HR Al-Hakim). Doa merupakan sumber energi dan harapan menuju kebahagiaan. Doa juga menjadi salah satu jalan keluar bagi segala persoalan, sekaligus pintu kesuksesan.

Bagi pendosa, doa merupakan tangga pertobatan menuju ampunan Ilahi. Suatu ketika Khalifah Umar bin Khathab bertemu dengan seorang anak kecil di sebuah jalan di tengah Kota Madinah. Beliau menghampiri anak itu. Sambil membungkukkan badan, sang Khalifah berkata kepadanya dengan penuh kasih sayang, ''Nak, berdoalah kepada Allah yang Maha Pengasih agar merahmati kita semua.'' Continue Reading »

No responses yet

Jul 12 2006

Konsep Diri

Published by under Hikmah

Tiada kenikmatan terbesar dalam hidup ini kecuali kita tercelup dan mencelupkan diri dalam Islam. Islamlah yang mengantarkan kita meraih kebahagiaan hakiki. Dengan Islam, kita memperoleh kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.

Untuk mempertahankan kenikmatan Islam ini, butuh perjuangan yang amat besar untuk tetap istiqamah berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran Islam. Dalam Alquran surat Asy-Syams (91) ayat 8-9 ditegaskan bahwa jiwa kita diilhami dua jalan, yakni jalan kefasikan dan jalan ketakwaan. ''Maka, Kami ilhamkan jalan kefasikan dan ketakwaan. Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri.'' Continue Reading »

No responses yet

Jul 11 2006

Berkeluh Kesah

Published by under Hikmah

Setiap tujuan tak pernah lepas dari proses yang mengawalinya. Terkadang proses itu begitu memberatkan, menyulitkan, dan melelahkan. Dalam keadaan seperti ini, biasanya manusia cenderung berkeluh kesah dan tidak sabar.
Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Alquran,

''Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah.'' (QS Al-Ma'arij [70]: 19). Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa di balik setiap kesulitan yang dirasakan akan selalu ada kemudahan. Bahkan, hal ini disebutkan dua kali secara berturut-turut dalam surat yang sama. ''Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.'' (QS Al-Insyirah [94]: 5-6). Continue Reading »

No responses yet

Jul 10 2006

Adab Tertawa

Published by under Hikmah

Dalam wasiatnya, Imam Hasan Al-Banna menasihatkan hendaknya seorang Muslim tidak larut dalam tawa. Hati yang tenang dan hidup dengan iman akan selalu ingat akan keagungan Allah SWT, dipenuhi oleh rasa takut serta selalu berharap kepada-Nya.

Banyak ayat Alquran yang menyebutkan tentang tertawa. Tertawa mengejek termasuk akhlak orang kafir dan munafik. Mereka menertawakan orang yang sungguh-sungguh beriman terhadap ayat-ayat yang telah diturunkan Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Continue Reading »

No responses yet

Jul 08 2006

Hadiah

Published by under Hikmah

Sebagai agama rahmatan lil alamin, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan yang harmonis antarsesama. Silaturahim adalah salah satu pintu pembukanya. Sebagai perekat, dalam silaturahim itu dianjurkan untuk saling memberikan hadiah. ''Saling memberi hadiahlah, niscaya engkau akan saling mencintai.'' (HR Bukhari).

''Hadiah itu dapat melenyapkan rasa dengki dalam hati.'' (HR Thabrani, Ibnu 'Adiy, dan Ibnu Hibban). Sangat indah, bila saling memberi hadiah itu menjadi kebiasaan yang dibudayakan terhadap tetangga, kawan karib, dan teman sejawat, walau dalam bentuk barang yang kurang berarti. Continue Reading »

No responses yet

Jul 07 2006

Sportivitas

Published by under Hikmah

Ketika peristiwa haji wada, Rasulullah SAW berpidato di hadapan kaum Muslimin, inilah pidato perpisahan beliau yang amat mengharukan, sebelum akhirnya Allah SWT memanggil Rasulullah SAW ke haribaan-Nya. Ada yang menarik dari pidato tersebut, yaitu pengakuan terhadap kesalahan yang pernah beliau lakukan.

Rasulullah SAW juga menyatakan kesediaannya untuk di-qishash (menerima balasan setara dengan kesalahan yang dibuat). Bagi mereka yang merasa pernah disakiti oleh Rasulullah SAW, maka saat itulah waktu yang disediakan beliau untuk membalasnya. Continue Reading »

No responses yet

« Prev - Next »