Jul 31 2006

Memuliakan Al-Aqsha

Published by at 8:33 am under Hikmah

Umat Islam adalah umat yang satu, meskipun tempat tinggal dan bangsanya berbeda-beda. Mereka disatukan oleh akidah dan dipersaudarakan dengan syariah-Nya. Mereka dibina dalam tempaan kurikulum Alquran dan sunnah Rasulullah SAW. ''Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara.'' (QS Al-Hujurat [49]: 10).

Kitab dan syariah pokok umat Muhammad SAW adalah satu, yakni Alquran. ''Alim Lam Mim, itulah Kitab (Alquran), yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.'' (QS Al-Baqarah [2]: 1-2).

Begitu pula arah dan kiblat shalatnya satu, Ka'bah yang berada di Masjidil Haram. ''Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.'' (QS Al-Baqarah [2]: 144).

Sedangkan teladan hidup dan contoh perjuangannya pun satu, yaitu Rasulullah, Muhammad SAW. ''Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari akhir dan banyak mengingat Allah.'' (QS Al-Ahzab [33]: 21).

Jelaslah, kezaliman apa saja yang menimpa Muslim di suatu negeri, hakikatnya menimpa umat Islam di seluruh dunia, di negara manapun mereka berada. Membela dan membantu Muslim yang terzalimi dan menyelamatkan syiar-syiar Allah SWT yang dihinakan, merupakan keharusan bagi Muslim lainnya.

''Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan (merealisasikan) ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.'' (QS Al-Maidah [5]: 2).

Masjidil Aqsha yang merupakan syiar Allah SWT di bumi Palestina, merupakan masjid yang dimuliakan dan diberkahi Allah SWT. Sebelum mi'raj ke Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW pun singgah dan shalat di masjid ini.

''Mahasuci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) yang Kami berkahi sekelilinginya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.'' (QS Al-Isra' [17]: 1).

Begitu mulianya kedudukan Masjidil Aqsha ini, sehingga Rasulullah SAW menyatakan, ''Tidak semestinya untuk bersusah payah melakukan suatu perjalanan kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku (Masjid Nabawi) ini, dan Masjidil Aqsha.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Perusakan serta gangguan atas Masjidil Aqsha bukan hanya menjadi tanggung jawab bangsa Palestina, tapi merupakan kewajiban dan tanggung jawab umat Islam di mana pun mereka berada untuk membebaskannya.
(Hikmah Republika by Ahmad Soleh)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*