Jul 28 2006

Menghormati Ulama

Published by at 8:55 am under Hikmah

Kewajiban setiap umat Islam untuk menghormati seorang ulama. Karena, ulama berbeda dengan orang biasa. Allah SWT berfirman, ''Katakanlah, 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya orang berakal yang dapat menerima pelajaran.'' (QS Az-Zumar [39]: 9).

Rasulullah SAW bersabda, ''Ajarkanlah ilmu oleh kalian dan carilah ilmu (niscaya mendapatkan) ketenangan dan ketenteraman, dan rendahkanlah hatimu pada orang-orang yang engkau belajar padanya.'' (HR Thabrani).

Ibnu Abbas menjelaskan yang disebut ulama adalah orang yang tidak menyekutukan Allah SWT, menghalalkan yang dihalalkan Allah SWT, mengharamkan apa yang diharamkan Allah SWT, mampu memelihara wasiat, meyakini pertemuan dengan-Nya dan pertanggungjawaban amal perbuatannya. Ulama begitu mulia dan terpandang dalam ajaran Islam dikarenakan mereka ahli waris para nabi (waratsatul anbiya'). Merekalah yang menjadi pelanjut dan penerus para nabi dalam menyebarkan risalah kebenaran di muka bumi hingga akhir zaman.

Allah SWT berfirman, ''Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.'' (QS Al-Mujadilah [58]: 11).

Beberapa derajat berikutnya yang menjadi keistimewaan seorang ulama dari orang biasa, di antaranya adalah memiliki keberanian menegakkan kebenaran dan ber-amar makruf nahi munkar kepada sesama manusia. Tidak ada yang mereka takuti selain Allah SWT.

''Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.'' (QS Fathir [35]: 28). Kelebihan ulama lainnya adalah mampu menyeimbangkan kata dan perbuatan. Bukan sekadar ilmu pengetahuan yang mereka miliki, tapi juga amal saleh dan aksi nyata. Mereka tidak memberikan nasihat kepada orang lain sebelum dirinya melakukan. Tidak membimbing dan menunjukkan kebenaran sebelum dirinya sendiri berada dalam kebenaran.

''Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.'' (QS Ash-Shaf [61]: 2-3). Menghormati ulama berarti menghargai kebenaran yang disampaikannya. Jasa mereka begitu besar terutama dalam mencetak generasi saleh. Hanya orang-orang munafik yang menistakan dan mencaci para ulama.

''Tiga golongan tidak ada yang meremehkan mereka selain orang munafik, orang beruban (tua) dalam Islam, orang berilmu, dan pemimpin yang adil.'' (HR Thabrani).
(Hikmah Republika by Yusuf Burhanudin)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*