Jul 27 2006

Pemimpin dengan Cahaya

Published by at 8:56 am under Hikmah

Islam menghendaki ketenteraman dan ketertiban, baik individu maupun masyarakat. Pemimpin diperlukan sebagai pengatur ketetapan di masyarakat. Karena itu, pemimpin memiliki tanggung jawab yang berat. Tenteramnya tatanan suatu masyarakat sangat tergantung baik atau buruk karakter pemimpinnya.

Pemimpin yang berlaku zalim, curang, dan suka menipu rakyat, berarti secara tidak langsung telah membuat kekacauan dan kerusakan. Perbuatan ini tentu mengundang azab Allah SWT. ''Tidak ada jalan atas orang yang menzalimi manusia dan membuat kerusakan di bumi dengan tidak benar. Kecuali bagi mereka azab yang pedih.'' (QS Asy-Syura [42]: 42).

Pemimpin yang menipu rakyat, tak lain sebenarnya menipu diri sendiri. Mereka mengira Allah SWT lalai atas perbuatannya. ''Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.'' (QS Ibrahim [14]: 42).

''Manusia yang paling berat siksaannya di hari kiamat nanti adalah (siksaan) bagi pemimpin yang zalim.'' (HR Thabrani). Pemimpin atau penguasa yang menipu rakyat tidak akan memperoleh syafaat Nabi SAW.

''Dua golongan dari umatku tidak akan memperoleh syafaatku (pada hari kiamat nanti), yaitu pemimpin yang menipu rakyat dan orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah.'' (HR Thabrani). Sebaliknya, pemimpin yang adil jelas menjadi dambaan rakyat. Bahkan, Allah SWT akan memberi kebahagiaan kepada pemimpin yang bisa berlaku adil kepada rakyat yang digembalanya.

''Para pemimpin yang adil akan tinggal di atas panggung-panggung yang terbuat dari cahaya, yaitu orang yang berlaku adil dalam memutuskan perkara dan mengurus ahli-ahlinya serta segala sesuatu yang diserahkan kepadanya.'' (HR Muslim).

''Barangsiapa yang Allah jadikan sebagai pemimpin rakyat kemudian ia tidak jujur kepada rakyatnya, maka Allah mengharamkan kepadanya untuk masuk surga.'' (HR Bukhari).

Rasulullah SAW begitu mencintai para pemimpin yang adil. Hal ini bisa dilihat dalam doanya, ''Ya Allah, barangsiapa yang diserahi mengurus sesuatu dari keperluan umat ini, kemudian ia mau berlaku kasih sayang kepada umat, maka sayangilah dia. Dan barangsiapa yang berlaku rendah hati kepada mereka (rakyat), maka kasihanilah dia.''

Bersyukurlah bagi para pemimpin yang adil dalam memimpin rakyatnya. Dan segera bertobatlah bagi para pemimpin yang senang KKN, curang, serta menipu rakyatnya, sebelum ajal datang menjemput.
(Hikmah Republika by Bahron Anshori)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*