Archive for June, 2006

Jun 09 2006

Zina dan Penyakit Menular

Published by under Hikmah

''Wahai kaum Muhajirin. Ada lima perkara jika telah menimpa kalian, maka tidak ada kebaikan lagi bagi kalian. Dan aku berlindung kepada Allah SWT semoga kalian tidak menemui zaman itu.

Lima perkara itu ialah (salah satunya) tidak merajalela praktik perzinaan pada suatu kaum, sampai mereka berani berterus-terang melakukannya, melainkan akan terjangkit penyakit menular dengan cepat, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang lalu.'' (HR Ibnu Majah).

Ketika Islam turun, Rasulullah SAW telah memperingatkan akan bahaya zina dan akibatnya. Perbuatan zina biasanya terjadi tak serta-merta. Ada aktivitas taqrabu zina (mendekati zina) atau muqadimatu zina (pembukaan zina) terlebih dulu. Misalnya, memunculkan hasrat pada lawan jenis seperti bersentuhan, menggoda lawan jenis, berciuman, pelukan, gerakan erotis, dan sebagainya.

Perilaku ini sering dilakukan kebanyakan kaum muda masa kini yang sedang pacaran. Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ma'iz --ketika ia ingin disucikan (dihukum rajam) karena telah melakukan perbuatan zina-- dengan ucapan, ''Sebelumnya engkau mungkin telah menciumnya.'' Continue Reading »

No responses yet

Jun 08 2006

Zikrul Maut

Published by under Hikmah

Kematian merupakan kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Kita berharap agar menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. Karena itu, tidaklah terlalu penting kapan kita akan mati, tapi yang penting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu dengan amal saleh.
Selalu ingat mati (zikrul maut) akan merangsang kita untuk memperbanyak amal saleh. Paling tidak, ada lima zikrul maut yang bisa kita lakukan. Pertama, menjenguk orang sakit guna mendapatkan hikmah agar menjadi semakin sadar betapa pentingnya kesehatan itu. Dengan sakit, seseorang tidak akan bisa melakukan apa-apa, sehingga akan tertanam tekad untuk memanfaatkan masa sehat dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. ''Barang siapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka berserulah Malaikat dari langit. Engkau telah berbuat baik, baik pula perjalananmu, engkau akan mendiami rumah dalam surga.'' (HR Ibnu Majah). Continue Reading »

No responses yet

Jun 07 2006

Musuh Manusia

Published by under Hikmah

Paling tidak ada tiga macam musuh umat Islam, yaitu kebodohan, kemiskinan, dan penyakit. Manusia diberi predikat Khalifah Allah di bumi ini membawa arti bahwa manusia diberi kewenangan untuk mengelola bumi dan segala isinya. Mengelola dunia hanya akan dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan ilmu pengetahuan.
Karenanya sangat jelas, wahyu pertama yang turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5, yaitu perintah untuk membaca. Sejarah juga mencatat, ketika Perang Badar, banyak dari kaum Quraisy yang kalah dalam peperangan akhirnya menjadi tawanan. Rasulullah SAW akan membebaskan tawanan itu, jika mereka mau mengajarkan membaca dan menulis kepada sepuluh umat Islam. Catatan sejarah itu menunjukkan begitu besarnya perhatian umat Islam terhadap upaya memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam tidak menjadi kaum yang marginal, tidak tergilas derasnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Continue Reading »

No responses yet

Jun 06 2006

Shalat Dhuha

Published by under Hikmah

Di antara shalat sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah shalat dhuha. Sebagaiman diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ''Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepada tiga hal, pertama supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, kedua supaya shalat dhuha dua rakaat, dan ketiga supaya shalat witir sebelum tidur.'' (HR Bukhari Muslim).
Shalat dhuha dilaksanakan pagi hari ketika matahari sudah menampakkan sinarnya. Rasulullah SAW bersabda, ''Shalat dhuha dilakukan apabila anak-anak unta telah merasakan kepanasan (karena tersengat matahari).'' (HR Muslim).
Menurut Ibnul Qayyim al-Jauzi, jumlah rakaat shalat dhuha tidak ada batas maksimal, tergantung kemampuan dan kesempatan seorang Muslim yang hendak mengamalkannya. Aisyah berkata, ''Biasanya Rasulullah melakukan shalat dhuha empat rakaat dan beliau menambah.'' (HR Muslim). Continue Reading »

No responses yet

Jun 05 2006

Keutamaan Wudhu

Published by under Hikmah

Salah satu kewajiban umat Islam dalam beribadah adalah berwudhu. Wudhu merupakan bukti keimanan yang tak terlihat secara kasat mata. Mirip dengan orang yang berpuasa. Tak ada orang yang menjaga wudhunya kecuali karena alasan keimanan.
Secara syar'i, wudhu ditujukan untuk menghilangkan hadas kecil agar kita sah menjalankan ibadah, khususnya shalat. ''Shalatnya salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudhu.'' (HR Abu Hurairah).
''Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki." (QS Al-Maidah (5): 6). Continue Reading »

No responses yet

Jun 05 2006

Menyikapi Harta

Published by under Hikmah

Harta pada dasarnya bersifat netral. Ia tidak mulia atau hina, baik atau buruk. Ia lebih sebagai ujian bagi sifat dasar manusia terhadap Allah SWT. Dengan harta itu, mampukah ia menjadi hamba yang lebih dekat kepada-Nya, atau justru menjadi budak harta yang terlena dan teperdaya olehnya.
Pendek kata, ia merupakan cobaan bagi keimanan dan ketaatan hamba kepada Sang Pencipta. Firman Allah SWT, ''Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah pahala yang besar.'' (At-Taghabun: 15). Ayat tadi tidak hanya memastikan bahwa harta adalah ujian, namun juga menunjukkan sesungguhnya harta --juga jenis kenikmatan duniawi lainnya-- seberapa pun besarnya, tidak memiliki nilai sama sekali di hadapan Allah. Sebanyak apa pun harta yang dimiliki seseorang, ia tetap kecil di hadapan Allah dan tidak kekal. Tapi, yang bernilai adalah ketika harta itu bisa difungsikan dengan tepat, sesuai dengan yang Allah amanatkan. Continue Reading »

No responses yet

Jun 03 2006

Belajar dari Semut

Published by under Hikmah

Sesungguhnya di dalam kehidupan semut terdapat pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Yaitu pelajaran tentang kesabaran, keteguhan, ketekunan, dan kesinambungan dalam usaha untuk mencapai tujuan. Ungkapan ini tidaklah berlebihan, karena semut senantiasa mengulangi usahanya berkali-kali hingga tercapai tujuannya.
Ia bergelantungan di atas pohon, lantas jatuh lalu bangkit kembali dan berusaha untuk naik lagi, dan jatuh kembali. Begitu seterusnya hingga berhasil mencapai apa yang ia inginkan.
Jika jalan untuk mencapai tujuan ditutup ataupun dirintangi, ia akan mengalihkan langkahnya ke kanan atau ke kiri. Kadang ia menjauh dari jalannya yang pertama karena terdapat rintangan. Namun, ia tetap memfokuskan tujuannya seperti semula hingga tercapai. Jika perjalanannya terhalang oleh genangan air yang tak dapat diseberangi, dia membuat formasi jembatan di atas air bersama teman-temannya. Setiap semut berusaha untuk mengaitkan diri dengan lainnya di atas lintasan air seperti jembatan. Continue Reading »

No responses yet

Jun 02 2006

Ishlah

Published by under Hikmah

''Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya itu berbuat aniaya, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya tersebut, sehingga golongan itu kembali kepada Allah. Jika golongan tersebut telah kembali, maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang belaku adil.'' (QS Al-Hujurat [49]: 9).
Dalam bahasa Arab, ishlah berarti berdamai atau perdamaian. Menurut ayat di atas, terjadinya perselisihan, keributan, maupun tawuran antardua kelompok harus didamaikan melalui ishlah. Apabila terdapat kelompok yang tidak mau diajak ishlah, maka kelompok tersebut harus ditekan, agar mau melaksanakan ishlah.
Islam sebagai agama yang membawa kedamaian, bebas dari dendam dan rasa sakit hati. Kegiatan ishlah senantiasa harus dikumandangkan dan diterapkan. Apa saja masalah yang dihadapi serta kapan saja perselisihan muncul harus diadakan ishlah, sehingga keutuhan Islam dan penganutnya tetap terjaga dari permusuhan. Continue Reading »

No responses yet

Jun 01 2006

Beban Berat Hakim

Published by under Hikmah

''Hakim itu ada tiga golongan. Satu golongan di antaranya akan masuk surga dan dua golongan lainnya masuk neraka. Golongan yang masuk surga, yaitu hakim yang mengetahui kebenaran, lalu ia memutuskan perkara dengan benar, maka ia akan masuk surga.
Dua golongan yang masuk neraka, yaitu pertama, seorang hakim yang tahu kebenaran, tetapi ia berbuat curang dengan sengaja, maka ia masuk neraka. Kedua, seorang hakim yang memutuskan perkara tanpa ilmu, maka ia pun masuk neraka.'' (HR Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
Menjadi hakim memang sangat berat, sebab jika ia berlaku adil dalam memutuskan perkara, maka akan banyak tantangannya. Sebaliknya, bila ia curang dalam mengambil keputusan, maka neraka menjadi tempat tinggalnya kelak. ''Barangsiapa menjadi hakim, maka sungguh ia disembelih dengan tanpa (menggunakan) pisau.'' (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi). Continue Reading »

No responses yet

« Prev