Jun 30 2006

Negeri yang Diberkahi

Published by at 9:25 am under Hikmah

Memiliki dan tinggal di sebuah negeri yang diberkahi Allah adalah dambaan kita dan bahkan idaman setiap Muslim di manapun berada. Karena, di negeri itulah kedamaian, ketenteraman, dan kesejahteraan, serta ampunan Allah selalu melingkupi. Dan, di negeri itu pula persaudaraan sesama Muslim sangat erat.
Dalam konteks ini, Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa kunci untuk mewujudkan suatu negeri yang diberkahi tersebut sangat tergantung kepada kita. Kitalah yang menentukan apakah negeri kita menjadi diberkahi atau dimurkai. Allah SWT berfirman, ''Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.'' (QS 7: 96).
Ayat di atas dengan tegas menjelaskan bahwa kunci meraih negeri yang diberkahi Allah adalah dengan keimanan dan ketakwaan. Keimanan dan ketakwaan dalam konteks ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk-bentuk ibadah mahdlah (ritual) semata. Melainkan, keimanan dan ketakwaan tersebut diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Tegasnya, dengan menegakkan sistem dan aturan sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan.
Sebaliknya, jika penduduknya mendustakan ayat-ayat-Nya dan durhaka kepada Allah dan rasul-Nya, maka kesesatan dan kesempitan hidup yang akan diraih. Hal ini sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya, ''Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.'' (QS 20: 124).
Kedurhakaan inipun mengundang datangnya azab Allah yang tidak diduga-duga. Allah menjelaskan, ''Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.'' (QS 7: 97-99).
Dalam konteks kebangsaan, negeri kita adalah negeri yang Allah jadikan negeri yang memiliki berbagai macam kekayaan alam dan laut yang melimpah ruah. Namun ironisnya, keunggulan tersebut tidak membuat bangsa ini maju dan sejahtera. Melainkan, kemiskinan dan kriminalitas yang meningkat. Bahkan, banyak di antara anak-anak negeri ini terserang penyakit gizi buruk dan busung lapar.
Keadaan seperti ini seharusnya dijadikan renungan oleh semua elemen bangsa. Apakah negeri ini telah menjadi negeri yang dimurkai? Marilah kita semua kembali kepada aturan Allah dan rasul-Nya. Khususnya, para pejabat, baik pusat maupun daerah, anggota dewan, elite partai, dan penegak hukum untuk benar-benar memperjuangkan dan memenuhi hak-hak kehidupan rakyatnya secara adil. Janganlah kita memperkaya dan meningkatkan pendapatan pribadi dengan uang rakyat. Wallahu a'lam.
(Hikmah Republika by Mulyana)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*