Jun 15 2006

Kecerdasan Sosial

Published by at 3:59 pm under Hikmah

Salah satu anugerah Allah SWT yang tak ternilai harganya bagi manusia adalah kecerdasan. Dengan kecerdasan akalnya, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun peradaban dan keadaban demi kesejahteraan umat manusia. Kecerdasan memungkinkan manusia maju dalam bersikap, berbuat, dan berkarya secara dinamis dan konstruktif.
Selain kecerdasan intelegensi, emosi, spiritual, linguistik, bodi kinestik, dan interpersonal, manusia juga dianugerahi Allah SWT kecerdasan sosial. Secara naluriah, manusia tidak mungkin hidup sendiri, melainkan selalu butuh orang lain melalui komunikasi dan interaksi sosial. Namun, tak jarang sebagian manusia bersikap egois, individualistis, dan arogan.
Sifat dan sikap ini jelas bertentangan dengan kecerdasan sosial karena Allah SWT menciptakan manusia dengan kecenderungan sosial yang tinggi. Bahkan antara satu suku, kelompok, dan bangsa dengan lainnya harus saling mengenal, memahami, dan menghargai. (QS Al-Hujurat (49): 13).
Semua Nabi yang diutus Allah SWT memiliki visi dan misi profetik yang bermuara pada pencerdasan sosial. Peluruhan akhlak --yang merupakan misi profetik Nabi Muhammad SAW-- merupakan cerminan dari pentingnya pendidikan kecerdasan sosial bagi umat manusia. Kata kunci pendidikan kecerdasan sosial adalah keteladanan moral dalam berbagai aspek kehidupan.
Nabi Muhammad SAW berhasil mengubah masyarakat Arab Jahiliyah menjadi masyarakat madani (Islami) karena penanaman nilai-nilai kecerdasan sosial. Di antara nilai kecerdasan sosial yang beliau tanamkan kepada para sahabatnya adalah kejujuran, keterbukaan, kesederhanaan, kedamaian, kebersamaan, dan kedermawanan.
Karenanya, orang yang enggan memerhatikan nasib orang kelaparan, oleh Alquran dikategorikan sebagai pendusta agama atau tidak memiliki kecerdasan sosial. (QS Al-Ma'un [107]: 1-7). Dalam konteks pendidikan kecerdasan sosial tersebut, salah seorang wali dari Wali Songo, yakni Sunan Drajat, mencoba memformulasikan resep kecerdasan sosial dalam aktivitas dakwahnya dengan ungkapan sederhana, berilah tongkat kepada orang buta; berilah pakaian kepada orang yang telanjang; berilah makan kepada orang yang kelaparan; dan berilah perlindungan kepada orang yang kehujanan.
Berilah pakaian kepada orang yang telanjang mengandung arti agar mendidik orang yang tak memiliki rasa malu agar menjadi orang yang berakhlak mulia. Pendidikan rasa malu sangat penting karena rasa malu adalah sebagian dari iman. Mereka yang suka membuka aurat atau melakukan pornografi dan pornoaksi perlu disadarkan dengan mencerdaskan rasa malunya.
Kecerdasan sosial yang dimiliki setiap manusia menuntut aktualisasi kesalehan sosial dan kultural agar masyarakat dan bangsa memiliki kepedulian dan empati sosial yang tinggi.

Hikmah Republika by Muhbib Abdul Wahab

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*