Archive for June, 2006

Jun 30 2006

Negeri yang Diberkahi

Published by under Hikmah

Memiliki dan tinggal di sebuah negeri yang diberkahi Allah adalah dambaan kita dan bahkan idaman setiap Muslim di manapun berada. Karena, di negeri itulah kedamaian, ketenteraman, dan kesejahteraan, serta ampunan Allah selalu melingkupi. Dan, di negeri itu pula persaudaraan sesama Muslim sangat erat.
Dalam konteks ini, Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa kunci untuk mewujudkan suatu negeri yang diberkahi tersebut sangat tergantung kepada kita. Kitalah yang menentukan apakah negeri kita menjadi diberkahi atau dimurkai. Allah SWT berfirman, ''Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.'' (QS 7: 96).
Ayat di atas dengan tegas menjelaskan bahwa kunci meraih negeri yang diberkahi Allah adalah dengan keimanan dan ketakwaan. Keimanan dan ketakwaan dalam konteks ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk-bentuk ibadah mahdlah (ritual) semata. Melainkan, keimanan dan ketakwaan tersebut diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Tegasnya, dengan menegakkan sistem dan aturan sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan. Continue Reading »

No responses yet

Jun 29 2006

Kriteria Amal

Published by under Hikmah

Secara umum ajaran agama dapat dibagi menjadi dua: al-awamir (perintah-perintah) dan an-nawahi (larangan-larangan). Kemudian para pakar hukum Islam membagi perintah-perintah itu ke dalam dua kategori, yaitu kategori wajib (al-mafrudhat) dan sunah (al-nawafil). Larangan-larangan juga dibagi dua, yaitu haram dan makruh. Di luar itu, perbuatan manusia dikembalikan pada hukum dasar, yaitu mubah alias boleh-boleh saja. Continue Reading »

No responses yet

Jun 28 2006

Institusi Pendidikan Keluarga

Published by under Hikmah Keluarga

Di dalam Alquran surat Maryam ayat 2-6 digambarkan kerinduan Nabi Zakaria AS untuk mendapatkan anak keturunan (walaupun usia beliau sudah lanjut dan istrinya mandul). Kerinduannya ini didorong oleh keinginan kuatnya terhadap pewarisan nilai-nilai perjuangan yang dimiliki keluarganya, yaitu keluarga Nabi Yakub AS yang menjadi nenek moyangnya. Continue Reading »

No responses yet

Jun 27 2006

Mewaspadai Fluktuasi Iman

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya, seorang Mukmin akan selalu memandang dosanya seperti halnya orang yang duduk di bawah kaki gunung dan ia takut gunung itu akan runtuh menimpanya. Sedangkan, orang yang fajir (yang maknanya berlawanan dengan kata Mukmin). Ia akan memandang dosanya seperti seekor lalat yang terbang dan hinggap di batang hidungnya.'' (HR Bukhari).
Lebih lanjut, Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan taubat hamba-hamba-Nya, dibandingkan dengan seseorang yang turun pada satu tempat yang sudah hancur, sambil membawa air dan makanan di hewan tunggangannya. Tidak lama kemudian, ia menyandarkan kepalanya, lalu tertidur pulas. Ketika bangun, ia tidak menemukan hewan tunggangannya tersebut hingga ia diserang hawa panas sampai kehausan dan kelaparan. Ia lantas memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Setelah mencari ke sana ke mari dan tidak menemukan yang dicarinya, ia lantas berkata, 'Aku akan kembali saja ke tempatku semula.' Setelah sampai, ia kembali tidur pulas. Ketika bangun, hewan tunggangannya telah kembali berada di sisinya.'' (HR Bukhari) Continue Reading »

No responses yet

Jun 16 2006

Hikmah Sakit

Published by under Hikmah

Sakit adalah kondisi yang tidak diinginkan oleh semua orang. Setiap orang ingin selalu sehat dan berupaya menjaga kesehatan. Namun, sakit kadang mesti diterima sebagai takdir dan cobaan. Setiap Muslim wajib percaya Allah SWT yang menurunkan penyakit, dan hanya Dia yang Mahakuasa menyembuhkan.
Rasulullah SAW bersabda, ''Berobatlah, Allah tidak mengadakan penyakit melainkan Ia mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Sahabat bertanya, 'Penyakit apakah?' Dijawab, 'penyakit karena tua'.'' (HR Ahmad).
Sakit yang menimpa manusia mengandung hikmah di sisi Allah SWT. ''Setiap cobaan apa saja yang menimpa seorang Muslim, sampai sebuah tusukan duri, adalah karena salah satu dari dua sebab, yakni karena Allah hendak mengampuni kesalahannya yang tidak dapat diampuni melainkan dengan cobaan itu, atau Allah hendak memberi suatu kemuliaan yang tidak dapat dicapainya kecuali melalui cobaan itu.'' (HR Ibnu Abi Dunya). Continue Reading »

No responses yet

Jun 15 2006

Kecerdasan Sosial

Published by under Hikmah

Salah satu anugerah Allah SWT yang tak ternilai harganya bagi manusia adalah kecerdasan. Dengan kecerdasan akalnya, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun peradaban dan keadaban demi kesejahteraan umat manusia. Kecerdasan memungkinkan manusia maju dalam bersikap, berbuat, dan berkarya secara dinamis dan konstruktif.
Selain kecerdasan intelegensi, emosi, spiritual, linguistik, bodi kinestik, dan interpersonal, manusia juga dianugerahi Allah SWT kecerdasan sosial. Secara naluriah, manusia tidak mungkin hidup sendiri, melainkan selalu butuh orang lain melalui komunikasi dan interaksi sosial. Namun, tak jarang sebagian manusia bersikap egois, individualistis, dan arogan.
Sifat dan sikap ini jelas bertentangan dengan kecerdasan sosial karena Allah SWT menciptakan manusia dengan kecenderungan sosial yang tinggi. Bahkan antara satu suku, kelompok, dan bangsa dengan lainnya harus saling mengenal, memahami, dan menghargai. (QS Al-Hujurat (49): 13). Continue Reading »

No responses yet

Jun 13 2006

Kehormatan Bangsa

Published by under Hikmah

''Wanita adalah tiang negara, apabila wanitanya baik, maka baiklah negara itu, tapi bila wanitanya buruk, maka buruk pulalah negara itu.'' (hadis). Baik dan buruk, kuat dan lemah, hina dan terhormatnya suatu bangsa sangat tergantung pada wanita-wanitanya.
Hal ini karena wanita adalah makhluk Allah SWT dengan populasi terbesar yang memiliki peran sangat penting dalam mendidik generasi; mencetak ilmuwan yang beriman; menanamkan dan memperkokoh nilai-nilai moral; menghiasi kehidupan dengan mahabbah (cinta), kasih sayang, dan kedamaian.
Untuk mewujudkan perannya, Islam telah memberikan tuntutan dan aturan bagi wanita agar menjaga kehormatannya. Melalui seperangkat nash-nash sahih dalam Alquran dan As-Sunnah, wanita dibimbing tentang bagaimana berperilaku dan bersikap, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT, keluarga, masyarakat, maupun dengan keperibadiannya sendiri. Continue Reading »

No responses yet

Jun 13 2006

Pujian

Published by under Hikmah

Ada empat macam pujian dalam Alquran dan As-Sunah. Pertama, pujian Allah SWT kepada diri-Nya. Dia berhak memuji diri-Nya atas segala kekuasaan-Nya. ''Sesungguhnya Akulah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.'' (QS Thaha (21): 14).
Kedua, pujian Allah SWT kepada makhluk-Nya. Allah SWT memuji kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW. ''Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas akhlak yang agung.'' (QS Al-Qolam (68): 4). Ketiga, pujian makhluk kepada Allah SWT. Dalam surat Al-Fatihah ayat 2 disebutkan, ''Segala puji bagi Allah, Rabb pemelihara alam.''
Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan, ketika manusia mengucapkan alhamdulillah, berarti ia memuji Allah SWT. Lafadz hamdu merupakan pujian yang dilontarkan atas perbuatan baik yang keluar dari pelakunya tanpa paksaan. Alhamdu adalah inti ungkapan rasa syukur. Continue Reading »

No responses yet

Jun 12 2006

Cinta Sesama

Published by under Hikmah

Seandainya seluruh umat Islam dipenjuru dunia ini saling menyayangi, tentu dunia menjadi tentram. Namun sayang, yang terjadi saat ini adalah sebaliknya. Umat Islam saling curiga memfitnah, merampas hak-hak saudaranya (melalui korupsi, kolusi, nepotisme, dan suap), membunuh, memperkosa, menipu, dan kezaliman lainnya.
Padahal Rasullah SAW bersabda, ''Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya seperti apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.'' (HR Muslim).
Jika antara umat Islam saling menzalimi -lantaran perbedaan partai, organisasi dan nasab- lalu siapakah yang akan membela kita? Padahal musuh-musuh Allah SWT senatiasa menekan dan bersatu-padu memusuhi dan menghancurkan umat ini dari segala arah. Continue Reading »

No responses yet

Jun 10 2006

Menghormati Tamu

Published by under Hikmah

Menghormati tamu (al-dlaif) adalah kewajiban bagi seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Karena hal ini telah disinyalir oleh baginda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamu-tamu kamu sekalian.'' (HR Muslim).
Orang yang bertamu adalah raja bagi penghuni rumah. Pelayanan dan keramahan seharusnya dilakukan oleh pihak penghuni rumah sebagaimana seorang pelayan toko melayani pembelinya. Karena baik dan jeleknya sebuah keluarga akan tampak dalam tata cara melayani tamunya.
Pelayanan terhadap tamu bukan hanya menyediakan makanan dan fasilitas yang memuaskan, tetapi perangai yang baik juga termasuk dalam menghormati tamu. Seperti, wajah selalu dihiasi dengan senyuman, menyembunyikan aib keluarga, tidak bertengkar ketika tamu masih berada di rumah, dan respek terhadap kehadirannya. Suatu ketika seorang sahabat Rasulullah SAW kedatangan seorang tamu, dia ingin melayani tamunya, tetapi tidak ada sesuatu yang istimewa di rumahnya, termasuk jatah makanan hanya ada untuk satu orang saja. Setiap kali makan bersama tamu tersebut, lampu yang ada di rumahnya dimatikan. Continue Reading »

No responses yet

Next »