Oct 28 2005

Pengetahuan Manusia

Published by at 3:15 pm under Hikmah

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Alquran menjadi petunjuk bagi manusia, makhluk cerdas yang diciptakan-Nya melalui segumpal darah. Alquran menjadi petunjuk makhluk cerdas yang lemah dalam mencapai prestasi hidup berupa keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kesempatan hidup di bumi ini relatif singkat bila dibanding dengan usia bumi yang mencapai 4,5 miliar tahun atau usia alam semesta yang sudah mencapai 15 miliar tahun. Melalui ayat Alquran, manusia dikenalkan pada Ar Rahman dan Ar Rahim pengatur alam semesta. Berbagai nama terbaik melekat pada Allah SWT yang mencipta manusia dan alam semesta.
Allah SWT mengajarkan manusia tentang apa yang tidak diketahuinya melalui baca dan tulis. Akal dan kalbu manusia mampu melihat kedalaman informasi lewat kegiatan membaca. Manusia mengembangkan metodologi untuk melihat suatu pengetahuan dan hikmah dari sebuah fenomena. Selanjutnya, manusia menulis, memikirkan, dan kemudian mengkomunikasikannya kepada manusia lain. Dengan begitu, terjadi pemindahan pesan antargenerasi.
Alquran mengajarkan sebuah kesadaran bahwa pengetahuan merupakan sebuah karunia dari Allah SWT. Karunia ilmu pengetahuan merupakan bagian dari cobaan atau ujian bagi manusia karena bisa menimbulkan perasaan sombong atau arogan. Arogansi manusia menjadi salah satu penyebab sebagian manusia tidak lagi melihat adanya Yang Maha Pencipta. Manusia tidak melihat pesan-Nya lewat Alquran. Manusia tidak lagi sujud pada Yang Mahatinggi. Manusia tidak lagi bersyukur atas nikmat-Nya yang antara lain berupa terbukanya sebuah jalan ilmu pengetahuan.
Firman Allah SWT yang termuat dalam Surat Al 'Alaq ayat 1-5 memberi peringatan tentang adanya dua golongan manusia. Pertama adalah manusia yang menekuni ilmu pengetahuan dan tenggelam dalam metodologinya (mereduksi hal yang gaib). Akibatnya, manusia yang seperti ini tak mengenal atau lupa akan Pencipta Alam Semesta, Allah Rabbul 'alamin. Mereka kemudian menyisihkan atau meninggalkan agama. Golongan lainnya adalah manusia yang malas menggunakan akalnya sehingga tak sempat melihat makna penciptaan alam semesta yang besar dan megah ini. Mereka tidak mengakui segala ciptaan Allah SWT dan tidak bisa 'menyentuh' kehidupan dalam mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi. Na'udzubillah min dzalik.
(Hikmah Republika by Dr Moedji Raharto)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*