Archive for October, 2005

Oct 31 2005

Konsisten Dalam Beramal

Published by under Hikmah

Dari Aisyah RA, ia berkata bahwa sesungguhnya Nabi SAW masuk rumah Aisyah, waktu itu ada seorang perempuan, dan beliau bertanya, ''Siapakah dia?'' Aisyah menjawab, ''Ini adalah Si Fulanah yang terkenal shalatnya.'' Nabi bersabda, ''Wahai Fulanah, beramallah sesuai kemampuanmu. Demi Allah Dia tidak akan jemu untuk menerima amalmu, sehingga kamu sendirilah yang merasa jemu. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus (konsisten).'' (HR Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menggambarkan, Islam tidak menyukai orang yang berlebihan dalam hal apa saja. Jangankan dalam hal yang berkaitan dengan masalah duniawi, sampai dalam hal ibadahpun tidak diperkenankan untuk berlebihan. Al Quran diturunkan bukanlah untuk kesengsaraan tapi untuk membahagiakan manusia. Berlebihan dalam ibadah akan membuat kita sengsara dan orang lain pun bisa sengsara karena hak-hak mereka terabaikan. Islam adalah agama mudah dan moderat serta agama yang memperhatikan keseimbangan antara semua aspek kehidupan manusia. Seorang muslim tidak boleh puasa sepanjang tahun dan shalat sepanjang malam terus menerus sehingga mengabaikan kewajiban lainnya seperti terhadap keluarga, terhadap diri, dan masyarakat. Kita dituntut untuk selalu konsisten dalam melaksanakan ibadah kita tanpa harus memforsir semua kemampuan. Continue Reading »

No responses yet

Oct 28 2005

Pengetahuan Manusia

Published by under Hikmah

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Alquran menjadi petunjuk bagi manusia, makhluk cerdas yang diciptakan-Nya melalui segumpal darah. Alquran menjadi petunjuk makhluk cerdas yang lemah dalam mencapai prestasi hidup berupa keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kesempatan hidup di bumi ini relatif singkat bila dibanding dengan usia bumi yang mencapai 4,5 miliar tahun atau usia alam semesta yang sudah mencapai 15 miliar tahun. Melalui ayat Alquran, manusia dikenalkan pada Ar Rahman dan Ar Rahim pengatur alam semesta. Berbagai nama terbaik melekat pada Allah SWT yang mencipta manusia dan alam semesta.
Allah SWT mengajarkan manusia tentang apa yang tidak diketahuinya melalui baca dan tulis. Akal dan kalbu manusia mampu melihat kedalaman informasi lewat kegiatan membaca. Manusia mengembangkan metodologi untuk melihat suatu pengetahuan dan hikmah dari sebuah fenomena. Selanjutnya, manusia menulis, memikirkan, dan kemudian mengkomunikasikannya kepada manusia lain. Dengan begitu, terjadi pemindahan pesan antargenerasi. Continue Reading »

No responses yet

Oct 27 2005

Membumikan Alquran

Published by under Hikmah

Bulan suci Ramadhan sering pula disebut sebagai Syahr Alquran (Bulan Alquran). Hal ini karena Alquran untuk pertama kalinya diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia, pada bulan Ramadhan. ''Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia.'' (QS Al-Baqarah: 185).
Sebagai petunjuk hidup, Alquran tak dapat disangkal merupakan nikmat dari Allah SWT yang amat besar. Bahkan ibadah puasa, seperti dikatakan ulama Al Azhar, Abdul Halim Mahmud, diwajibkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat turunnya Alquran itu. Nikmat itu memang ada dua macam, yaitu nikmat fisik dan nikmat rohani (spiritual). Alquran sebagai wahyu dari Allah SWT tergolong nikmat rohani. Inilah sesungguhnya makna firman Allah SWT, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menebarkan (membumikan)-nya.'' (QS Al-Dhuha: 11). Continue Reading »

No responses yet

Oct 26 2005

Shaum yang Diterima

Published by under Hikmah Rasya

Shaum atau puasa adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim baik pria maupun wanita yang sudah mukallaf (dewasa). Kewajiban shaum sama derajatnya dengan kewajiban shalat, zakat, dan haji, karena sama-sama termasuk rukun Islam yang lima. Hanya, kalau shalat kewajibannya bersifat harian, yakni lima waktu dalam sehari semalam, sedangkan shaum kewajibannya setahun sekali, yakni pada bulan Ramadhan.
Sebagai ibadah mahdhah, shaum memiliki beberapa persyaratan. Di antaranya, shaum itu harus dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Pelakunya sudah cukup umur dan dijalankan dalam bulan Ramadhan. Orang yang shaum (shaaim) juga harus menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Shaum juga harus dijalankan oleh orang yang tidak dalam keadaan terlarang untuk shaum --misalnya, wanita yang datang bulan. Apabila persyaratan ini terpenuhi, shaum-nya sudah sah sebagai ibadah dan dosa meninggalkan rukun Islam menjadi gugur. Continue Reading »

No responses yet

Oct 25 2005

Dosa yang tak Terampuni

Published by under Hikmah

Allah SWT tidak hanya Maha Ghafuur (Pengampun) tapi juga Maha Afuwwun (Penghapus) terhadap segala macam dosa (QS Az-Zumar:53). Bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang, maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut, sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadis).
Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa, terkecuali kufur dalam berbagai bentuknya termasuk syirik. Orang yang berbuat syirik dan sampai wafatnya tidak bertobat, maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuni dosanya (QS An Nisaa':48,116). Yang bersangkutan terancam berada kekal di neraka jahanam, sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Oct 24 2005

Syahr Al Shiyam

Published by under Hikmah

Seperti diketahui secara umum, al-shiyam yang berasal dari bahasa Arab (sha-wa-ma) bermakna menahan, berhenti, atau tidak bergerak. Jadi, syahr al-shiyam adalah bulan penahanan dan pengendalian diri. Inilah esensi dan substansi syahr al-shiyam yang juga sering disebut dengan bulan puasa (Ramadhan).
Bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri yang selalu dirindu-rindukan kedatangannya oleh kaum Mukmin. Bulan puasa yang datang sekali dalam setahun ini kembali membuka kesempatan bagi kaum Mukmin untuk mampu menahan diri dari berbagai egoisme dan kenikmatan duniawi yang sangat terbatas masanya. Bulan Ramadhan adalah hari-hari pengendalian diri, bagi jasmani dan rohani, dari berbagai perilaku, aktivitas, sikap, dan pikiran yang tidak sejalan dengan perintah Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Oct 22 2005

Malam Seribu Bulan

Published by under Hikmah Rasya

Laylat al qadr secara harfiah diartikan malam penentuan atau malam kemuliaan. Secara metaforis disebut malam seribu bulan. Suatu malam permulaan Alquran diturunkan oleh Allah SWT. Peristiwa ini terjadi pada tahun 610 M. Ia merupakan satu di antara sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Karena alasan itu, sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat dimuliakan. Surah Al Qadr menerangkan, ''Kemuliaan itu melebihi seribu bulan ... malam yang diliputi kedamaian hingga terbit fajar.''
Para mufasir sepakat bahwa kehebatan malam al qadr sama dengan beribadah seribu bulan lamanya. Malam itu penuh berkah dan bermakna. Suatu nilai yang amat tinggi dan mulia dibanding malam dan bulan lainnya. Lafaz al qadr sengaja diartikan dengan malam penentuan dengan merujuk pada kata dasar al qadr yang berarti ketentuan atau keputusan. Karena pada malam itulah ditentukan dan diputuskan turunnya Alquran ke bumi. Bahkan, malam itu menjadi momentum yang amat menentukan bagi mereka yang dekat dan ingat kepada Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Oct 20 2005

Puasa yang Mencerdaskan

Published by under Hikmah Rasya

Seperti terungkap dalam Surat Ali Imran ayat 14, Allah SWT menganugerahi setiap manusia nafsu dan dorongan syahwat serta memperindah hal itu dalam dirinya. Ini berguna untuk menjadi pendorong utama memelihara diri dan memelihara jenis.
Dari keduanya lahir aneka dorongan, seperti memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, keinginan untuk memiliki, dan hasrat untuk menonjol. Semuanya berhubungan erat dengan dorongan (fitrah) memelihara diri, sedangkan dorongan seksual berkaitan dengan upaya manusia memelihara jenisnya. Continue Reading »

No responses yet

Oct 19 2005

Membangun Harapan

Published by under Hikmah

Agama Islam mengajarkan agar kita selalu penuh harap (optimistis) dan tidak boleh bersikap putus asa. Sikap putus asa hanya patut dimiliki orang-orang kafir atau orang-orang yang tidak percaya kepada Alah SWT. Allah SWT berfirman, ''Hai anak-anaku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya tiada berputus asa dari ramhat Allah, melainkan kaum yang kafir.'' (QS Yusuf:87). Continue Reading »

No responses yet

Oct 18 2005

Amal yang Didustakan

Published by under Hikmah

Syufayyan Ash Ashbahiy bercerita kepada 'Uqbah ibn Muslim bahwa ketika memasuki Madinah, dia melihat orang sedang berkerumun mengelilingi Abu Hurairah. Syufayyan pun mendekat, lalu dia duduk di hadapan Abu Hurairah yang sedang menyampaikan hadis kepada jamaah itu. Ketika Abu Hurairah berhenti, Syufayyan memintanya agar dia menyampaikan hadis yang benar-benar dia mengerti dan dia hayati.
Abu Hurairah pun menyanggupi seraya berkata, ''Akan aku sampaikan kepadamu sebuah hadis yang telah disampaikan Rasulullah SAW kepadaku.'' Setelah berbicara begitu, tiba-tiba Abu Hurairah menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Kemudian dia diam sebentar dan setelah kembali tersadar dia berkata, ''Akan aku sampaikan kepadamu sebuah hadis yang telah disampaikan Rasulullah SAW kepadaku di rumah ini, tidak ada orang lain selain aku dan beliau.'' Continue Reading »

No responses yet

Next »