Archive for September, 2005

Sep 19 2005

Kebahagiaan Sejati

Published by under Hikmah

Bahagia adalah kata yang hakikat maknanya selalu diimpikan setiap manusia. Segala cara ditempuh untuk mendapatkan kebahagiaan. Kata kebahagiaan sangat dekat artinya dengan kesenangan, tetapi sesuatu yang menyenangkan tidak serta-merta membuat seseorang bahagia. Continue Reading »

No responses yet

Sep 17 2005

Esensi Takwa

Published by under Hikmah

Dalam sebuah riwayat dikemukakan bahwa Umar bin Khathab RA pernah bertanya kepada Ubay bin Ka'ab tentang takwa. Beliau balik bertanya, ''Pernahkah Anda menapaki sebuah jalan yang penuh dengan duri? Apa yang Anda lakukan?'' Umar menjawab, ''Pernah dan saya melakukannya dengan penuh kehati-hatian serta kesungguhan.'' Lalu Ubay bin Ka'ab menyatakan, ''Itulah hakikat takwa.'' (Kitab Anta wal Maal, 2003, hlm 79).
Takwa yang di dalam Alquran dan sunah diungkapkan puluhan kali dengan berbagai derivasinya (terutama muttaqin), kadangkala dijadikan landasan kehidupan. Terkadang, takwa juga dijadikan tujuan dari semua ibadah yang diperintahkan. Takwa sebagai landasan kehidupan, misalnya, diungkapkan dalam QS Albaqarah ayat 2 dan 3, ''Kitab Alquran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.'' Artinya, hanya orang-orang yang memiliki landasan ketakwaan dalam hidupnyalah yang akan mampu menjadikan Alquran sebagai petunjuk. Continue Reading »

No responses yet

Sep 14 2005

Cara Berdialog

Published by under Hikmah

Di antara landasan utama etika berbeda pendapat dalam Islam adalah dialog (jidal) dengan cara yang baik. Allah berfirman, ''Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.'' (QS An-Nahl:125).
Dalam ayat tersebut terdapat perbedaan ungkapan antara apa yang dituntut dalam memberi nasihat dan apa yang dituntut dalam membantah. Dalam memberi nasihat kita diminta cukup melakukannya dengan cara yang baik (hasanah). Tapi dalam membantah, kita tidak dibenarkan kecuali dengan cara yang lebih baik (ahsan). Continue Reading »

No responses yet

Sep 13 2005

Menajamkan Empati

Published by under Hikmah

Empati, menurut Daniel Goleman, yang menulis buku Kecerdasan Emosional, adalah kemampuan memahami dan turut merasakan perasaan orang lain. Empati itu hakikatnya adalah perwujudan kasih sayang sesama manusia. Dengan demikian, empati tidak saja baik untuk ukuran manusia, tetapi juga dipandang baik oleh agama.
Ketika Daniel Goleman baru membicarakan tentang pentingnya empati di abad ini, kaum Muslimin, sebenarnya sudah mengetahuinya sejak 15 abad yang lalu. Rasulullah SAW bersabda, ''Hak (kewajiban) seorang Muslim atas seorang Muslim yang lain ada lima, yaitu: menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, mengunjungi yang sakit, dan mengiringi jenazah.'' (HR Bukhari). Bahkan, dalam salah satu ayat Alquran, Allah SWT menyebutkan bahwa di antara karakter yang menjadi ciri khas kaum Muslimin adalah membagi kasih sayang terhadap sesama (QS Al-Fath:29). Continue Reading »

No responses yet

Sep 12 2005

Mengukur Ilmu

Published by under Hikmah Ilmu

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah pernah berkata, ''Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah napas kita.''
Lewat kalimat tersebut Ibnul Qayyim ingin menekankan bahwa ilmu itu hadir untuk menciptakan amal. Ilmu yang tidak menghasilkan amal, sama sekali tidak berguna. Allah SWT mewajibkan manusia untuk selalu beramal. ''Beramallah kamu, sesungguhnya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin akan melihat amal kamu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui perkara ghaib dan nyata. Maka Allah akan memberitahukan apa yang telah kamu kerjakan.'' (QS At Taubah:105). Continue Reading »

No responses yet

Sep 10 2005

Energi Keimanan dan Kesabaran

Published by under Hikmah

Ada sebuah hadis qudsi yang menyebutkan bahwa Allah enggan pada orang sabar. ''Apabila telah Kubebankan kemalangan (bencana) kepada hamba-Ku pada badannya, hartanya, atau anaknya, kemudian ia menerimanya dengan sabar yang sempurna, Aku merasa enggan menegakkan timbangan baginya pada hari kiamat atau membukakan buku catatan amalannya baginya.'' Continue Reading »

No responses yet

Sep 09 2005

Pemusnah Agama

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Pemusnah agama itu ada tiga. Rasa bangga terhadap diri sendiri (ujub), sifat bakhil (kikir) yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti.'' (HR Al-Askari dari Ibu Abbas secara marfu'). Ketiga hal yang disinggung Rasulullah SAW dalam hadis ini, bisa jadi sudah bersemayam dalam diri kita, dan kita kemudian termasuk sebagai golongan pemusnah agama.
Sifat ujub yang menjadi unsur pertama pemusnah agama timbul karena seseorang merasa segala nikmat yang diberikan Allah SWT itu hadir atas usaha sendiri. Orang yang sudah memiliki sifat seperti ini akan merasa bangga dengan dirinya, melebihi rasa bangganya terhadap kebesaran Allah. Continue Reading »

No responses yet

Sep 08 2005

Jalan Menuju Surga

Published by under Hikmah

Allah SWT telah menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Janji tersebut tersurat dalam firman Allah SWT, ''Bersegeralah kalian menuju kepada ampunan dari Tuhan kalian, dan juga surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ia disediakan khusus bagi orang-orang yang bertakwa.'' (QS Ali Imran: 133).
Surga adalah simbol keridhaan Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya. Allah SWT tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Maka, sudah semestinya setiap orang beriman menjadikan surga sebagai cita-cita tertinggi dalam hidup dan kehidupannya di dunia. Untuk menggapai cita-cita itu diperlukan amal-amal saleh yang dilakukan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Continue Reading »

No responses yet

Sep 07 2005

Tiga Golongan Manusia

Published by under Hikmah

Imam Mujahid, seorang perawi hadis yang hidup zaman sahabat, pernah menafsirkan 20 ayat pertama dari surat Albaqarah. Ia berkata, ''Empat ayat pertama dari surat ini (Albaqarah) diturunkan (untuk menerangkan) golongan Mukmin, dua ayat setelahnya menerangkan tentang golongan kafir, kemudian 13 ayat selanjutnya menerangkan golongan orang munafik.'' Continue Reading »

No responses yet

Sep 06 2005

Bahagia dan Sengsara

Published by under Hikmah

Setiap manusia, pasti tidak ingin sengsara dan menderita. Semua ingin memperoleh kesenangan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir-batin. Tapi, sebagai bagian dari makhluk-Nya, manusia tidak bisa terlepas dari takdir Allah SWT, baik takdir yang berupa rezeki, jodoh, maupun mati. Semuanya sudah diatur dan hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui.
Sebagai manusia, kita hanya dituntut untuk mengimani adanya takdir, namun tidak wajib untuk mengetahui takdir Allah SWT itu sendiri. Hanya Dia yang Mahatahu. Manusia tidak akan pernah bisa menerka kapan dia mati, siapa jodohnya, atau meramal rezekinya. Manusia hanya diwajibkan untuk berusaha semaksimal mungkin. Selanjutnya, berserah diri dan bertawakal pada-Nya. Continue Reading »

No responses yet

« Prev - Next »