Sep 24 2005

Menghidupkan Hati

Published by at 2:14 pm under Hikmah

Termasuk karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah hati. Hati adalah alat untuk melihat, berkata, mendengar, dan memahami. Jadi, hati itu punya mata yang disebut mata hati. Hati juga punya mulut yang ucapannya dikenal dengan istilah kata hati. Hati juga punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengarkan suara hati.
Hati dalam pengertian tersebut, bukanlah hati yang dimaknai secara fisik, berupa segumpal darah dan daging. Kemampuan seperti itu, hanyalah dimiliki hati dalam arti rohani yang bisa bergetar jika disebutkan nama Allah SWT. Firman Allah SWT menyebutkan, ''Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT, maka bergetarlah hatinya.'' (QS Alanfal:2).
Di samping sebagai alat melihat, berkata, mendengar, dan memahami, hati rohaniah itu juga merupakan pusat pikiran, perasaan, kesadaran, dan keinginan. Sebagai pusat pikiran, jika hati itu bergetar, maka getaran itu bisa menjadi pertanda bahwa pikiran itu hidup, karena getaran adalah tanda kehidupan.
Sedangkan hidupnya perasaan bisa ditandai oleh aktivitasnya ketika ia merasakan kasih sayang Allah SWT yang tersimpan di balik segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Hidupnya kesadaran bisa ditandai oleh aktivitasnya ketika ia menyadari bahwa manusia itu tidak bisa beraktivitas dan bergerak, tanpa daya dan kekuatan Allah SWT. Sedangkan hidupnya keinginan bisa ditandai oleh keinginan kodrati manusia untuk menyembah Allah SWT. Keinginan itu disinggung Allah SWT dalam ayat, ''Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.'' (QS Adz-Dzariyat:56).
Walaupun pada dasarnya semua orang mempunyai hati, namun dalam kenyataannya tidak semua orang menggunakan hatinya untuk melihat, berkata, mendengar, dan memahami. Allah SWT berfirman, ''Dan sesungguhnya Kami jadikan isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) ...'' (QS Ala'raf:179). Akibatnya, kebanyakan orang kehilangan manfaat hatinya, yang sebenarnya sangat ia butuhkan untuk mengatasi persoalan dalam hidupnya.
Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa hati yang bisa melihat, berkata, mendengar, dan memahami adalah hati yang hidup. Sehingga, hati yang sudah tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi tersebut, bisa dikatakan telah mati. Untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya, hati yang telah mati itu harus dihidupkan kembali.
Senjata yang efektif untuk menghidupkan hati yang mati adalah zikir. Secara harfiah, zikir bisa diartikan sebagai segala aktivitas yang membuat manusia selalu ingat kepada Allah SWT. Ingat kepada Allah SWT juga berarti ingat kepada segala petunjuk-Nya, perintah-Nya, serta larangan-Nya.
Aktivitas zikir ini bisa dilakukan oleh setiap orang. Rasulullah SAW bersabda, ''Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya (berzikir) dengan orang yang tidak mengingat Allah SWT, adalah seperti orang yang masih hidup dibanding dengan orang mati.'' (HR Bukhari).
(Hikmah Republika by S Hamdani)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*