Archive for September, 2005

Sep 30 2005

Memperbaiki Akhlak

Published by under Hikmah

Akhlak, menurut para pemikir Muslim, menunjuk pada kondisi jiwa yang menimbulkan perbuatan atau perilaku secara spontan. Dikatakan, orang yang memiliki mental penolong, ketika melihat kesulitan-kesulitan yang dialami orang lain, akan memberikan pertolongan secara spontan, tanpa banyak mempertimbangkan atau memikirkan untung-rugi. Jadi, akhlak menunjuk pada hubungan sikap batin dan perilaku secara konsisten.
Apakah akhlak yang merupakan watak dari manusia itu dapat diubah? Jawabnya adalah bisa. Menurut Al Ghazali, akhlak bisa diubah dan diperbaiki, karena jiwa manusia diciptakan sempurna atau lebih tepatnya dalam proses menjadi sempurna. Oleh sebab itu, ia selalu terbuka dan mampu menerima usaha pembaruan serta perbaikan. Continue Reading »

No responses yet

Sep 29 2005

Isi Perut

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Ketahuilah, sesungguhnya, hal paling memberatkan dialami oleh anak cucu Adam manakala terbaring dalam kuburnya adalah isi perutnya. Karenanya, janganlah kalian masuki perut kalian kecuali dengan yang halal dan baik.'' (HR Bukhari). Continue Reading »

No responses yet

Sep 28 2005

Manfaat Malu

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Hendaklah kamu merasa malu kepada Allah SWT dengan malu yang sebenarnya.'' Para sahabat menjawab, ''Ya Nabiyullah, alhamdulillah kami sudah merasa malu.'' Kata Nabi, ''Tidak segampang itu. Yang dimaksud dengan malu kepada Allah SWT dengan sebenarnya malu adalah kemampuan kalian memelihara kepala beserta segala isinya, memelihara perut dan apa yang terkandung di dalamnya, banyak-banyak mengingat mati dan cobaan (Allah SWT). Siapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang telah mengamalkan demikian, maka demikianlah malu yang sebenarnya kepada Allah SWT.'' (HR Tirmidzi dan Abdullah bin Mas'ud). Continue Reading »

No responses yet

Sep 27 2005

Dua Cara Mencari Rezeki

Published by under Hikmah

Salah satu indikator penting kebahagiaan hidup seorang mukmin adalah mendapatkan rezeki yang halal. Sebab, rezeki yang halal akan menyebabkan ketenangan dan kedamaian, sekaligus mendorong dan menumbuhkan perilaku dan sifat yang baik, seperti kejujuran, kerendahan hati, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan sosial.
Sebaliknya, rezeki yang haram akan mendorong dan menumbuhkan perilaku dan sifat yang buruk seperti khianat, sombong, culas, nifak, dusta, bahkan menyebabkan doa dan ibadah tidak akan diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT (sebagaimana dikemukakan dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim dari Abi Hurairah). Continue Reading »

No responses yet

Sep 26 2005

Terbatas Pangkal Nikmat

Published by under Hikmah

Sehebat-hebat nafsu makan kita, seberapa banyak makanan yang mampu kita santap? Mulut kita mungkin bisa tetap enak makan sebanyak yang kita mau, tapi daya tampung perut kita terbatas. Berapa banyak pula kekayaan, harta benda, emas permata, yang mampu kita timbun?
Kita bisa menambah lagi daftar kerakusan nafsu dan keinginan kita untuk menikmati kekayaan dunia. Namun, Tuhan Maha Menentukan, dunia bukanlah tempat yang tepat untuk segala sesuatu yang tanpa batas. ''Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.'' (QS 54: 49). Continue Reading »

No responses yet

Sep 24 2005

Menghidupkan Hati

Published by under Hikmah

Termasuk karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah hati. Hati adalah alat untuk melihat, berkata, mendengar, dan memahami. Jadi, hati itu punya mata yang disebut mata hati. Hati juga punya mulut yang ucapannya dikenal dengan istilah kata hati. Hati juga punya telinga yang bisa digunakan untuk mendengarkan suara hati.
Hati dalam pengertian tersebut, bukanlah hati yang dimaknai secara fisik, berupa segumpal darah dan daging. Kemampuan seperti itu, hanyalah dimiliki hati dalam arti rohani yang bisa bergetar jika disebutkan nama Allah SWT. Firman Allah SWT menyebutkan, ''Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT, maka bergetarlah hatinya.'' (QS Alanfal:2). Continue Reading »

No responses yet

Sep 23 2005

Berbagi

Published by under Hikmah

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa suatu hari seseorang menghadap Rasulullah SAW. Dia berterus terang bahwa dirinya sangat lapar dan tak punya makanan. Maka, Rasulullah SAW membawanya kepada salah satu istri beliau, tetapi beliau tidak mendapati sesuatu selain air.
Rasulullah SAW pun membawanya kepada istri-istri yang lain, tapi mereka memberikan jawaban yang kurang lebih sama, bahwa tak ada makanan yang bisa diberikan kepada orang itu. Akhirnya Rasulullah SAW membawanya ke tempat para sahabat. Kepada mereka beliau bertanya, ''Siapa yang mau menjamunya? Mudah-mudahan Allah SWT memberi rahmat.'' Continue Reading »

No responses yet

Sep 22 2005

Manusia

Published by under Hikmah

Dalam Alquran banyak disebutkan bahwa manusia berasal dari tanah. Dari tanah ia diciptakan, kemudian dikembalikan, kemudian dikeluarkan untuk kehidupan baru (QS Thaha:55). Tanah adalah ibarat dari ketiadaan. Ketiadaan jati diri, ketiadaan tanggung jawab. Ia hanyalah bahan untuk sebuah bentuk, yang sejak saat itu ia menjadi punya rasa bahkan tanggung jawab.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa kelak di yaumil hisab semua makhluk akan dimintai pertanggungjawaban terhadap semua amalnya di dunia, termasuk hewan. Ketika hewan dihisab dengan adil oleh Allah SWT, Dia berfirman pada hewan itu, ''Jadilah engkau tanah.'' Demi melihat hal itu maka orang kafir berkata, ''Seandainya aku menjadi tanah, sehingga tidak disiksa.'' Continue Reading »

No responses yet

Sep 21 2005

Godaan Setan

Published by under Hikmah

Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ''Tidaklah seorang pun yang keluar dari rumahnya, melainkan di pintunya ada dua bendera. Yaitu, bendera malaikat dan bendera setan. Jika ia keluar untuk urusan yang disukai Allah 'Azza Wajalla, maka ia diiringi malaikat dengan benderanya sampai kembali ke rumahnya. Dan jika ia keluar untuk urusan yang dimurkai Allah maka ia diiringi setan dengan benderanya sampai kembali ke rumahnya.'' (HR Ibnul Jauzi). Continue Reading »

No responses yet

Sep 20 2005

Keutamaan Takziyah

Published by under Hikmah

Takziyah berasal dari kata 'azza-yu'azzi yang artinya berduka cita atau berbela sungkawa atas musibah yang menimpa. Dalam konteks muamalah Islam, takziyah adalah mendatangi keluarga orang yang meninggal dunia dengan maksud menyabarkannya dengan ungkapan-ungkapan yang dapat menenangkan perasaan dan menghilangkan kesedihan.
Orang yang melakukan takziyah adalah mereka yang mampu merasakan kesedihan atau duka yang dialami saudaranya. Hal ini jelas termasuk dalam kategori amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan salah satu fundamen ajaran Islam. Lebih dari itu, takziyah adalah aplikasi dari sikap saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman, ''Dan saling menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan ketakwaan.'' (QS Al-Maidah:2) Continue Reading »

No responses yet

Next »