Aug 29 2005

Membela Orang Kecil

Published by at 1:24 pm under Hikmah

Penegakan Islam terbukti selalu mampu mengangkat kesejahteraan warga tak mampu. Tatkala nilai dan hukum yang dianugerahkan Allah kepada manusia itu dijauhi dan ditinggalkan, maka yang akan terjadi adalah yang kaya semakin kaya, sementara kaum dhuafa kian nestapa.
Bagaimanapun, karena pemerataan dan pengurangan kesenjangan ekonomi hukumnya wajib, maka ketika harus memilih, para pemimpin Islam akan mendahulukan membela warga miskin dan kurang beruntung. Sebagai contoh, keadilan yang ditegakkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA yang menetapkan padang rumput di Syaraf sebagai kawasan khusus (hima') penggembalaan ternak kaum miskin.
Kepada para penjaga hima', Umar menegaskan, ''Hati-hatilah dengan doa orang yang terzalimi. Dahulukan mereka yang ternaknya sedikit. (Bila perlu) abaikan hewan-hewan ternak milik Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Sebab, jika ternak mereka mati, mereka tetap dapat pulang ke Madinah seperti biasa. Namun, jika ternak orang-orang miskin mati, maka mereka akan mendatangiku sambil menangis. Padahal, urusan rumput dan air bagiku lebih kecil daripada emas dan uang. Demi Allah, ini adalah negara mereka.'' (Riwayat Zaid bin Aslam).
Sebagaimana diketahui, Utsman dan Abdurrahman adalah konglomerat. Allah pun melindungi bisnis mereka hingga selalu mengalirkan laba besar. Karena itu, kematian puluhan atau ratusan ekor ternak takkan berpengaruh apa-apa. Meski itu tidak pernah terjadi akibat bagusnya administrasi pemerintahan Umar dan kejujuran aparatnya, namun dalam kondisi krisis dan ekstrem, Umar menetapkan bahwa yang diprioritaskan dibela negara adalah yang paling miskin, paling susah, dan yang kehidupannya akan hancur bila diabaikan negara.
Itu tidak bermakna pengusaha dianiaya. Melainkan, mereka tidak perlu lagi ditolong dengan berbagai insentif. Mereka dibiarkan mandiri. Karena kebijakan Umar disetujui para sahabat Nabi SAW dengan diamnya mereka, sementara semua sahabat Nabi mustahil mendiamkan kemungkaran, maka kebijakan Umar itu bisa dirujuk siapa pun.
Sebagai ilustrasi, bila harga BBM, elpiji, listrik, angkutan, dan lain-lain dinaikkan, maka kaum miskin akan makin miskin dan kian tidak mampu keluar dari lingkaran setan penderitaan. Bahkan, mayoritas warga yang berpenghasilan sedikit di atas garis kemiskinan atau hidup layak hanya karena tidak diuji Allah dengan penyakit, kecelakaan, dan musibah lainnya, bisa terjerembab jadi miskin sempurna. Untuk itu, pemimpin harus mengutamakan menyelamatkan mereka. Yang lainnya, dipersilakan mandiri.
Bagaimanapun, dengan kemampuan negara yang terbatas, pembelaan kaum kaya bisa jadi dengan menzalimi rakyat karena tidak mampu lagi membantu mereka memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Padahal, pembiaran seekor kambing kelaparan saja akan ditanyai Allah di akhirat, apalagi jika yang menderita jutaan manusia. Maka, takutlah dengan doa orang-orang kecil.
(Hikmah Republika by Fahmi AP Pane)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*