Aug 24 2005

Bersikap Ramah

Published by at 1:19 pm under Hikmah

Yang disebut sikap ramah adalah sikap bersahabat dan merasa senang saat berjumpa dengan orang lain. Allah SWT berfirman, ''Disebabkan rahmat dari Allahlah kamu bisa bersikap ramah terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.'' (QS 3:159) Paling tidak ada lima faktor yang menyebabkan sikap ramah itu tumbuh di dalam diri kita. Pertama, faktor agama. Nilai kesempurnaan iman seseorang akan menumbuhkan kasih sayang dalam dirinya. Sikap keberagamaan yang baik akan semakin membuat seseorang lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan. Ia tidak mudah mengumbar hujatan dan caci-maki pada orang lain. Ia akan lebih banyak melihat kesalahan pada diri sendiri.
Kedua, faktor hubungan kekerabatan. Secara umum, manusia diciptakan untuk menyayangi dan menunjukkan kecintaan kepada kerabat. Ia selalu berupaya untuk dapat mencegah segala gangguan dan marabahaya yang bisa menimpa mereka. Ketiga, faktor hubungan perkawinan. Seseorang yang mencintai istrinya, pasti akan mencintai setiap orang yang berkerabat dengan istrinya itu.
Kebencian yang semula membuncah pada sekelompok orang bisa berubah lantaran cinta pada istri yang menjadi bagian dari kelompok itu. Khalid bin Yazid bin Mu'awiyah pernah menuturkan, ''Sebelumnya, makhluk Allah yang paling aku benci adalah keluarga Az-Zubair. Lalu, saat aku menikahi salah seorang wanita dari kalangan mereka, mereka berubah menjadi makhluk Allah yang paling aku cintai.'' Keempat, sikap baik (al-birr), yaitu menunjukkan sikap yang baik kepada orang lain. Sikap baik dapat menundukkan hati orang lain, karena manusia diciptakan untuk menjadi budak orang yang telah berbuat baik kepadanya. Yang sering terjadi adalah perlakuan baik mampu menundukkan banyak orang.
Kelima, semangat persaudaraan. Faktor ini mampu meluluhkan segala amarah dan dendam, serta mengokohkan tali kebersamaan. Hal ini pernah dilakukan Rasulullah SAW saat mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Ikatan persaudaraan di antara mereka pun menjadi kuat dan sikap saling menyayangi di antara mereka terus tertanam dalam hati. Keutamaan saling menyayangi adalah mampu memberi dan mau diberi, juga saling menolong dalam melakukan kebajikan dan ketakwaan. Dengan semua itu, segala hal menjadi baik dan segala urusan menjadi beres. Allah SWT berfirman, ''Berpeganglah pada tali Allah dan jangan bercerai-herai.'' (QS 3: 103).
Dalam menjalankan segala aktivitas --termasuk saat berdakwah-- sikap ramah amatlah diperlukan. Sikap ini sangat penting dan bisa menunjukkan kecerdasan emosi seseorang. Seorang dai yang tidak mampu bersikap ramah, hampir bisa dipastikan dia juga tidak akan mampu menarik minat orang untuk mendengarkan ceramahnya. Seorang yang biasa berbisnis, juga dituntut untuk mampu bersikap ramah. Pendeknya, sikap ini diperlukan dalam seluruh aktivitas kehidupan.
(Hikmah Republika by Syarif Hade Masyah)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*