Archive for July, 2005

Jul 18 2005

Senyum

Published by under Hikmah

Senyum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Balai Pustaka, 1999) berarti gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Senyum adalah gambaran jiwa, cermin kepribadian dan tingkah laku seseorang. Continue Reading »

No responses yet

Jul 16 2005

Memahami Makna Dunia

Published by under Hikmah

Kata dunia berasal dar kata kerja bentuk lampau danaa yang artinya telah dekat. Rahgib Al-Ashfihani, pakar bahasa Alquran, dalam bukunya Mu'jam Mufradat Alfaz Alquran mengemukakan tiga pengertian dunia dalam Alquran, yaitu adakalanya bermakna dekat, rendah, dan adakalanya mengandung pengertian awal. Dari pengertian itu tersimpul bahwa dunia adalah suatu kehidupan awal, dekat dan pendek, atau rendah. Pengertian ini menunjukkan bahwa dunia adalah kehidupan jarak pendek yang membutuhkan persiapan-persiapan paling dini (awal). Continue Reading »

No responses yet

Jul 15 2005

Menyadari Kesalahan

Published by under Hikmah

Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Umar bin Khathab. Lelaki itu lantas bercerita, ''Wahai Umar, ada seorang perempuan datang kepadaku untuk membeli dagangan. Karena aku terpikat kecantikannya, maka ia aku ajak masuk ke gudang, dan aku bermesraan dengannya.

Di dalam gudangku itu, semua perbuatan keji aku lakukan, kecuali senggama.'' Umar pun mempertanyakan, ''Kecelakaan buatmu, adakah dia wanita yang ditinggal suaminya berjihad di jalan Allah?'' Lelaki itu menjawab, ''Ya, benar.'' Kemudian masalah ini dibawa kepada Abu Bakar Shiddiq. Abu Bakar pun berkata sebagaimana Umar. Akhirnya, ia dibawa kepada Rasulullah SAW. Maka, tidak lama kemudian, Allah SWT menurunkan ayat, ''Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Continue Reading »

No responses yet

Jul 14 2005

Orang yang Tertipu

Published by under Hikmah

Imam al-Ghazali mengatakan ada manusia yang tertipu oleh keadaan, ilmu, dan amal yang dilakukannya. Mereka yang tertipu bukan hanya orang abid (banyak ibadah), tetapi termasuk orang yang alim (berilmu).
Pertama, orang yang mempelajari ilmu agama dan ilmu lain, tetapi ia tidak mengamalkan ilmunya. Ilmu tidak mendekatkan dirinya kepada Allah, menjauhkannya dari yang haram, dan membentuknya berakhlak mulia. Ilmu yang dimiliki orang tersebut tidak berharga karena tidak membuahkan amalan yang baik. Pemilik ilmu ini termasuk orang pertama dan paling berat mendapat azab Allah di akhirat. Nabi bersabda, ''Orang yang paling berat mendapat azab Allah adalah orang yang alim (berilmu), tetapi Allah tidak memberikan manfaat kepadanya melalui ilmunya. Ia salah seorang dari tiga golongan orang yang dikabarkan Nabi yang pertama merasakan azab api neraka.'' (Al-Hadis). Continue Reading »

No responses yet

Jul 13 2005

Hati Nurani

Published by under Hikmah

Allah SWT tidak menciptakan dua hati bagi manusia. Istilah hati mendua hanyalah wujud dari keragu-raguan dalam bertindak. Hakikat hati dalam Islam adalah qalbu yang bermakna jantung. Qalbu atau jantung, karena berbentuk segumpal daging, disebut juga dengan mudhgah. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengemukakan bahwa jika ia (hati) baik, maka seluruh tubuh menjadi baik pula. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuh. Continue Reading »

No responses yet

Jul 12 2005

Menjaga Perut

Published by under Hikmah

Pada suatu hari, Khalid bin Walid menyuguhkan makanan kepada Khalifah Umar bin Khattab. ''Makanan ini untukku?'' tanya Umar. ''Mana makanan untuk orang-orang miskin dan kaum Muhajirin yang acap kali mati kelaparan,'' tanya Umar lagi.
''Mereka mendapat surga tuan,'' jawab Khalid.
''Kalau mereka mendapat surga, sedangkan kita hanya mendapat makanan ini, mereka sungguh lebih beruntung daripada kita,'' tegas Umar. Continue Reading »

No responses yet

Jul 11 2005

Menyambung Kerabat

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Kenalilah keluargamu, sambunglah tali silaturahim. Karena, tidak ada hal dekat jika ia dijauhi, meskipun menurut pandangan orang hakikatnya ia adalah kerabatnya. Dan, tidak ada hal jauh jika ia didekati, meskipun menurut pandangan orang ia hakikatnya jauh.'' (HR Abu Dawud al-Thayalisi dan Al-Hakim al-Naisaburi).
Keluarga adalah unit masyarakat terkecil kita semua. Kepada mereka, kita meminta bantuan dan pertolongan saat kita kesusahan. Kepada mereka pula, segala keluh kesah dan persoalan dimusyawarahkan bersama. Merekalah ikatan batin terdekat yang bisa memberi dan menerima kita dengan sepenuh hati. Continue Reading »

No responses yet

Jul 09 2005

Tajdid

Published by under Hikmah

Rasulullah SAW bersabda, ''Perbaruilah imanmu.'' Ada yang bertanya, ''Wahai Rasulullah, bagaimana caranya memperbarui iman kami?'' Beliau menjawab, ''Perbanyaklah dengan mengucapkan laa ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah).'' (HR Ahmad). Di hadis lain, Nabi menyatakan iman seseorang bisa usang, sebagaimana pakaian. ''Maka, mohonlah kepada Allah Taala untuk memperbarui iman yang ada di hatimu.'' (HR Thabraani dan Al Hakiim).
Demikianlah, seperangkat panduan pembaruan (tajdid). Bahwa, kekuatan iman dapat naik-turun sehingga kita kadang gagal menghadapi ujian, apakah berupa kenikmatan atau kesulitan. Relasi iman dengan sikap dan tindakan sehari-hari juga bisa tak jernih lagi sehingga tidak konsisten menjalani kehidupan dengan berbasis petunjuk Allah semata. Kecemerlangan iman juga bisa memudar hingga kian sulit mencerahkan kehidupan, apalagi menyebarkan rahmat ke seantero alam. Ketika iman memudar, apalagi rusak dan sesat, mustahil mampu mencerahkan umat dan semua manusia. Continue Reading »

No responses yet

Jul 08 2005

Kekayaan Batin

Published by under Hikmah

Salah satu kecenderungan (muyul) yang dimiliki oleh setiap manusia --apa pun suku bangsa, kedudukan, jabatan, maupun agamanya-- adalah keinginan kuat untuk memiliki dan menguasai materi dalam jumlah yang banyak. Bahkan, kebanyakan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang dikuasainya. Mereka ingin menambah dan menambah terus. Ini sama halnya dengan jabatan atau kekuasaan yang selalu ingin dipertahankan walaupun, misalnya, sudah tidak memiliki kemampuan melaksanakannya ataupun sudah terlalu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya. Continue Reading »

No responses yet

Jul 07 2005

Berumah Tangga Adalah Dakwah

Published by under Hikmah Keluarga

Berumah tangga bagi seorang Muslim tidak hanya didasari oleh sebuah kebutuhan akan fitrah untuk hidup berpasangan dengan lawan jenis. Lebih dari itu, berumah tangga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah dan dakwah.
Sebagai ibadah, berumah tangga merupakan sarana untuk meningkatkan dan menyempurnakan amaliah ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.'' (HR Thabrani). Continue Reading »

No responses yet

« Prev - Next »