Jul 28 2005

Menyiapkan Generasi

Published by at 12:42 pm under Hikmah

Dikisahkan, di tengah pemantauan terhadap keadaan rakyatnya, tiba-tiba pandangan Khalifah Abu Bakar Ashshidiq RA tertuju pada seorang kakek yang sedang menanam pohon kurma. Didorong rasa ingin tahu, Khalifah lalu bertanya kepada kakek itu, ''Wahai kakek tua, mengapa engkau masih saja sibuk menghabiskan waktumu hanya dengan menanam pohon kurma itu, padahal engkau tidak akan dapat merasakan hasil pohon kurma yang engkau tanam?'' Mendengar pertanyaan bernada protes dari Khalifah, kakek itu menjawab, ''Wahai Khalifah, walaupun aku tidak akan merasakan hasil pohon kurma yang aku tanam, tetapi anak cucuku kelak pasti akan merasakan hasil pohon korma itu.''
Setiap manusia pasti akan mati dan mewariskan apa yang dimilikinya pada generasi sesudahnya. Adalah Sunatullah jika generasi yang datang kemudian melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Permasalahannya kemudian, siapkah generasi yang lebih dahulu mempersiapkan warisan berharga untuk kepentingan generasi berikutnya?
Jawaban kakek tua terhadap pertanyaan Khalifah Abu Bakar RA tersebut sesungguhnya memberikan pesan mulia. Setiap amal saleh hendaknya tidak hanya bertujuan bagi kepentingan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk memberi manfaat kepada generasi berikutnya. Dalam Islam, amal saleh seperti inilah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya walaupun ia telah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika salah seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan oleh generasi berikutnya, dan anak saleh yang mendoakannya.'' (HR Ahmad).
Memberi perhatian kepada generasi penerus, dalam Islam, adalah salah satu aspek penting yang menentukan keberlangsungan hidup manusia. Islam mengajarkan setiap Muslim untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas tinggi. Ini dilakukan dengan mewujudkan segala bentuk amal yang berorientasi kepentingan jangka panjang dan lintas generasi baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, politik, maupun budaya.
Generasi penerus yang lemah menjadi awal bagi rendahnya kualitas sumber daya manusia di masa berikutnya. Karena itu, Allah SWT memperingatkan dalam Alquran agar setiap Mukmin tidak sampai meninggalkan generasi penerus yang berkualitas rendah. Firman-Nya, ''Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Maka, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.'' (QS 4:9).
Peringatan Allah SWT ini, sesungguhnya sekaligus berisi ajakan untuk beramal saleh dengan membangun sumber daya manusia yang unggul dan melestarikan sumber daya alam yang telah dikaruniakan kepada manusia. Pengelolaan sumber daya alam yang tidak baik sesungguhnya berbanding lurus dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Semoga Allah menjadikan kita sebagai kelompok orang yang senantiasa beramal demi kemaslahatan generasi mendatang. Wallahu a'lam.
(Hikmah Republika by H Muhammad Irfan Helmy)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*